As life goes on, where are we heading to?

Ulama Yang Lena

Umatku sudah berpencak
Dengus amarah sengketa lama
Dendam kian membuak
Mahu dimuntah
Segala isi busuk di hati

Keris sudah terhunus
Ditusuk-tusuk tidak berhenti
Dibiarkan terlajak
Menikam sanubari
Sampai kekal tidak dilupakan
Walau dimaafi

Tukang sorak gamat
Hati hanyir bermuka talam
Lapik niat dengan logika, tapi
Kaki injak maruah suci
Kalau berderai darah di bumi
Hilai syaitan ditumpang sekaki

Tanganku menggigil
Mahu diapakan, terpinga
Keris tersisip, dikuis-kuis
Terlalu kecil
Mahu berpencak
Tapi takut tak sudah

Mana hulubalangku?!
Di mana kalian, kenapa lambat?!
Hunuskan kata pemutusmu
Mendiamkan lidah bercabang
Tuturkan tikaman lidahmu
Agar menginsafkan
Tutup gelanggang mungkar itu

Wahai hulubalangku
Kerisku hanya panjang sejengkal
Tapi sabarku kian tipis
Maka kutusuk keris kerdil tidak berangkap ini
Ke rusuk lenamu yang panjang
Harap kau mati tegak
Dalam kemuliaan

 

http://ustazhazizi.wordpress.com/2009/11/11/ulamak-yang-lena/

2 responses

  1. salam…jazakallah atas peringatan yang bermakna ini. Membuat ana tertanya-tanya betapa banyak kita sudah berubah. Teringin nak tanya soalan ni; “di mana aku yang dulu?”

    January 4, 2010 at 3:28 AM

  2. faez

    aku yang dulu adalah aku yg dulu
    aku yang kini adalah hasil aku yang dulu yang inginkan perubahan
    setiap orang inginkan perubahan dalam diri tetapi semuanya bergantung dengan hidayah dari Yang Maha Esa
    ‘fawasikillah humma rabitataha’

    January 6, 2010 at 4:58 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s